Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Tegal

          

IKAN LELE BAIK UNTUK OTAK DAN JANTUNG ANDA

Lele mengandung asam lemak omega 3 dan omega 6,seperti salmon.Nutrisi tersebut terkenal manfaatnya untuk kesehatan jantung serta otak manusia.Terutama anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

TIRAM DAPAT BERUBAH KELAMIN

Tiram dapat berubah kelamin setiap 7 hari namun apabila hal tersebut dilakukan maka beresiko mengganggu.

LUMBA-LUMBA TIDAK PERNAH MINUM AIR SECARA LANGSUNG

Lumba-lumba mencukupi kebutuhan cairan tiap harinya dari makanan yang mereka makan saja? Jadi, lumba-lumba tidak pernah minum air secara langsung karena hal tersebut berpotensi membunuh mereka?

IKAN SARDEN DAN MAKAREL MENCEGAH KERUTAN

Ikan yang mengandung minyak seperti sarden dan makarel,memiliki asam lemak yang penting untuk membuat kulit ekstra lembab dan mencegah kerutan.

UMUR IKAN KOI HINGGA 200 TAHUN

Ternyata ikan koi bisa berumur jauh melebihi pemiliknya. Dari sekitar 30 jenis ikan koi yang ada, beberapa jenis yang mampu hidup hingga lebih dari 200 tahun. Ikan asal Tiongkok yang tertua di dunia konon mencapai 226 tahun. Ikan koi tersebut bernama Hanako dari Jepang yang mati pada 7 Juli 1977
 

LIMA PILAR PENGUATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Suatu program nasional yang kini menjadi model pemberdayaan masyarakat dan semakin terlihat serta dirasakan hasilnya adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Program ini lebih menekankan pemberdayaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengubah dirinya melalui pembangunan yang berkelanjutan, sehingga terwujud apa yang diimpikan. Pada program ini masyarakat diarahkan dan dirangsang agar muncul keinginan dari mereka, diproses dan dilaksanakan oleh mereka, dan hasilnya untuk mereka. Jika program ini terus dilaksanakan sepanjang zaman, sesungguhnya program pembangunan nasionalpun bisa diserahkan dan dilaksanakan oleh masyarakat sendiri dengan tetap difasilitasi oleh Negara cq. Pemerintah atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Terkait tulisan ini, Saudara M. Rohmat telah membuat tulisan dengan judul seperti di atas yang dicetak pada halaman Opini Koran Pagi Wawasan, terbit Rabu Pon, 4 April 2012. Semoga informasi dibawah ini bermanfaat bagi pembaca dan siapa saja yang peduli dengan upaya pengentasan kemiskinan yang akrab dengan masyarakat kita. Tulisan tersebut selengkapnya sebagai berikut:

 

Kampus dan Pendidikan Antikorupsi

Suatu paradigma yang futuris jika saat ini ada wacana atau usulan tentang kampus dan pendidikan antikorupsi. Mengapa demikian, sebab sesungguhnya kita sudah sepakat menjadikan perilaku korupsi adalah penyakit masyarakat yang kronis dan sekaligus musuh yang harus diberantas habis sebagaimana narkoba dan teroris. Akibat narkoba yang banyak dikonsumsi oleh generasi muda, kita akan kehilangan pemilik masa depan di negeri ini yang handal dan bertanggung jawab. Kita khawatir negara akan dikuasai oleh manusia-manusia yang begitu gampang menggadaikan negaranya kepada bangsa lain. Akibat teroris, kehidupan manusia terasa mencekam walau tidak semua manusia diteror. Karena yang diteror biasanya yang menjadi lawannya atau yang menghalangi kepentingannya. Sedang akibat perilaku korup, rakyat bisa menjadi kurang pangan, miskin, bangunan cepat rusak-roboh, pelakunya tidak punya malu, dan pada ujungnya bisa mendatangkan musibah. Saya menghargai maksud dan tujuan Misbahul Ulum, beliau Pengajar di Monash Institute, akivis Pusat kajian Islam dan Feminisme yang lewat tulisannya di Koran Pagi Wawasan terbit Kamis Kliwon, 22 Maret 2012 pada halaman Opini & Fentures menyuguhkan informasi yang ditunggu-tunggu kita bersama. Dalam tulisannya beliau menginformasikan bahwa pemerintah akan mulai memberikan pendidikan anti korupsi mulai tahun ajaran baru tahun 2012/2013 mendatang melalui Kementerian Pendidikan Nasional kepada anak usia dini di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini hingga ke mahasiswa di Perguruan Tinggi. Ini merupakan kabar yang amat menggembirakan sekaligus member harapan ke depan, bahwa di negara tercinta ini tidak akan dikuasai oleh para maling berdasi, insya Allah. Berikutnya penulis sajikan selengkapnya informasi dari Misbahul Ulum di atas:

 

DPD MODEL INDONESIA

Salah satu hasil reformasi yang monumental dalam ketatanegaraan di Negara Kesatuan Republik Indonesia ialah diturunkannya posisi Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) sebagai Institusi Negara Tertinggi di bawah Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 paska proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 menjadi Institusi Negara yang setara dengan Institusi Negara Kepresidenan, Mahkamah Konstitusi (MK), Mahkamah Agung (MA), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), bahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang notabene merupakan sumber formal bagi para anggauta MPR dibawah UUD 1945 paska reformasi 1998. Ada dua lembaga negara yang dibutuhkan dalam tatanan negara paska reformasi, yakni MK dan DPD. Pada pembicaraan kesempatan ini difokuskan terhadap DPD khususnya terkait dengan kewenangan dan tugas-tugas yang dimiliki oleh lembaga negara baru dimaksud. Untuk memaparkan bagaimana peran dan wewenang yang ada pada DPD di bawah ini diturunkan tulisan di koran pagi Wawasan, yang terbit Senin Pon, tanggal 14 Mei 2012 hal 4, Opini, dengan penulis Shofi Nur’aini, Mahasiswi Al-ahwal Al-syakhsiyah Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang.

 

AGAMA SEBAGAI BEMPER KORUPSI

Pada Koran Pagi Wawasan Senin Kliwon, 12 Maret 2012 Halaman Opini & Features, seorang penulis bernama Tasroh, S.S, MPA, MSC, menuturkan pandangannya tentang korupsi yang menjadikan agama sebagai tameng atau bempernya dengan judul seperti di atas. Hal ini sangat menarik perhatian penulis karena kita merasa ditunjuk hidung oleh orang lain sebagai masyarakat yang ateis alias tidak bertuhan. Padahal kita mepunyai negarapun berlandaskan Ke-Tuhanan Yang Maha Esa, yakni sila pertama dalam Pancasila yang menjadi Dasar Negara RI. Lantas mengapa orang lain bisa mengambil kesimpulan seperti itu, apa yang salah? Agar lebih jelas apa yang dituturkan oleh Mas Tasroh tentang itu, selengkapnya diturunkan tulisan beliau sebagai berikut:

 

Lokasi BPPP Tegal

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com